Daun jati belanda turunkan kolesterol



Untuk mengatasi kolesterol berlebih, pengobat tradisional
meresepkan daun jati belanda Guazuma ulmifolia sebagai bahan
utama.
 Menurut Iskandar, jati belanda sanggup meluruhkan lemak,
mengikatnya, lalu membuangnya bersama urine dan feses. 

Lipase pankreas merupakan enzim yang diproduksi sel acinar yang berfungsi
menghidrolisis trigliserida dari makanan dalam usus menjadi 2 monogliserida dan 2 asam lemak rantai panjang.
Menurut Dra Azizahwati MS, dosen Departemen Farmasi Universitas Indonesia, jika
aktivitas enzim lipase pankreas meningkat, meningkat pula penyerapan monogliserida dan asam lemak yang justru memicu obesitas.
Oleh sebab itu, aktivitas enzim lipase pankreas harus dihambat.
Penelitian itu untuk membuktikan keampuhan jati belanda menghambat aktivitas enzim lipase. 
Riset dilakukan pada 30 mencit jantan Rattus norvegicus
berbobot 150—200 g yang dibagi 4 kelompok secara acak.
Hasil pengukuran menunjukkan bahwa penurunan aktivitas enzim lipase setelah 30 hari
perlakuan.
 Efektivitas penghambatan meningkat seiring peningkatan dosis.
Artinya jati belanda cenderung menghambat pertambahan bobot tubuh mencit
seiring pertambahan dosis.
Pemberian ekstrak daun jati belanda juga tidak menimbulkan perubahan
konsumsi makanan. Menurut Setyo Sri Rahardjo, efek itu disebabkan senyawa
alkaloid pada jati belanda yang berstruktur kimia mirip Orlistat penghambat
aktivitas enzim lipase. Orlistat adalah obat sintetis kimia yang menghambat
aktivitas enzim lipase pankreas sehingga meningkatkan sekresi lemak melalui
feses.
 Akibatnya, penyerapan lemak oleh hati terhambat sehingga mustahil
diubah menjadi kolesterol dan kadarnya dalam darah tidak berlebih.
Jus mengkudu terbukti secara ilmiah mampu normalkan  kolesterol

Senyawa aktif lainnya flavonoid, tanin, dan saponin. Hasil riset Monica
Widyawati S dan Farida Lanawati Darsono, peneliti obat tradisional Universitas
Katolik Widya Mandala, Surabaya, memperkuat bukti keampuhan tanaman
asal hutan Amazon itu. Ekstrak daun jati belanda diberikan secara oral dengan
konsentrasi 15—30% kepada kelinci.
Hasilnya, kadar kolesterol turun secara signifikan.
Hebatnya, jati belanda bukan hanya menurunkan kolesterol jahat
(LDL), tetapi juga meningkatkan kolesterol baik (HDL). 
Begitulah hasil riset Adil
Fadilah Bukini dari Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran.